Lompat ke isi utama
header image
Jika Anda memiliki kelas-kelas itu

Apakah Anda benar-benar seorang instruktur jika tidak pernah sekalipun Anda berpikir ke diri Anda sendiri “tadi itu kelas terburuk dan saya tidak akan pernah lagi mengajar” ?

Kita semua pernah mengalami kelas mengejutkan tersebut, di mana kelasnya tidak berenergi, koreografinya agak lupa, coaching kita kurang tajam dan Anda merasa tidak bergairah.   

HURRAY! Jadilah seorang instruktur, kata mereka. Akan sangat menyenangkan, kata mereka.

Tapi jika mengingat kelas itu lagi.

Bagaimana caranya memperbaiki kekacauan itu? Bagaimana Anda mempersiapkan dan memotivasi diri Anda sehingga Anda dapat memotivasi orang lain (biasanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam hingga ke kelas berikut):

Perspektif

Ingatkan diri Anda bahwa selama Anda mengajar setahun penuh – biasanya dari ratusan kelas – adalah wajar jika ada kelas-kelas yang tidak sebagus biasanya ¯\_()_/¯

Masalahnya bukan Anda, tapi saya

Jika saya terjatuh dalam pola berpikir “saya tidak akan pernah mengajar lagi” dan berkeluh kesah kepada orang yang mau mendengarkan – seringkali reaksi mereka adalah pandangan kosong. Kelas yang Anda pikir akan menjadi perbincangan buruk orang, ternyata baik-baik saja. Itu hanya pikiran kita sendiri saja yang menjadikannya lebih buruk dari kenyataan. Jadi pusatkanlah perhatian kepada orang-orang di hadapan Anda daripada cerita yang ada di kepala Anda.  

Fokus ke depan

Oke, jadi kelas itu adalah kelas terburuk yang pernah ada. Apa yang harus dilakukan? Fokus untuk memastikan kelas berikutnya benar-benar bagus agar kelas sebelumnya terlupakan. Biasanya Dewa-Dewi group fitness akan memastikan kelas terburuk akan diikuti oleh kelas terbaik sepanjang masa.    

Bagaimana bisa Anda melupakan kelas seperti itu?